Solder
![]() |
| Gambar 1 Solder Listrik |
Teknik Menyolder
Keterampilan yang paling dasar yang diperlukan untuk merakit / memperbaiki perangkat elektronik adalah teknik menyolder. Teknik menyolder ini tidak bisa secara instant dikuasai dan untuk orang awam ini membutuhkan latihan beberapa waktu untuk membuat sambungan yang sempurna.
Menyolder
![]() |
| Gambar 2 Menyolder |
Menyolder adalah suatu proses untuk menyambungkan dua jenis logam atau lebih dengan cara melelehkan logam tertentu dan meletakannya tepat diantara dua komponen yang akan disambung.
Logam yang akan disambung tidak ikut meleleh pada proses soldering, dan logam yang digunakan untuk soldering adalah logam yang memiliki titik leleh rendah seperti timah salah satunya.
Logam yang akan disambung tidak ikut meleleh pada proses soldering, dan logam yang digunakan untuk soldering adalah logam yang memiliki titik leleh rendah seperti timah salah satunya.
Peralatan Menyolder
- Timah solder (tinol) : Memiliki titik cair yang cukup untuk dilelehkan solder
- Avometer/Multimeter : digunakan untuk memeriksa komponen sebelum disolder
- Tang : untuk memotong sisa logam yang telah disolder
- Penghisap solder : digunakan untuk membersihkan tinol baik yang ada pada PCB maupun komponen, juga digunakan untuk mempermudah waktu mencabut komponen dari PCB
- Dudukan solder : digunakan untuk menyimpan solder yang panas ketika sedang tidak digunakan
- Solder : peleleh tinol
- PCB : Papan Circuit Berlubang sebagai tempat rangkaian yang akan dibuat
- Solder Pasta : Pembersih Solder / Pasta Solder
Komponen Rangkaian Seri dan Paralel
- Baterai 9 volt : sumber tegangan
- 4 Buah Resistor : Hambatan disesuaikan untuk lampu LED
- Lampu LED : Indikator Arus
- Kabel Secukupnya
Proses Penyolderan
1. Bersihkan PCB dan Kaki Komponen
3. Mengatur Posisi PCB
6. Menarik Timah Solder
7. Mendinginkan Titik Solderan
8. Perhatikan
Bersihkan bagian-bagian yang akan disolder baik itu PCB maupun kaki komponen elektronika dengan ampelas halus atau pisau sehingga lapisan-lapisan cat, gemuk atau oksida tersingkirkan. Bila menggunakan kawat montase berisolasi (misal; kawat email) maka kelupaslah dulu isolasinya sepanjang 6-7mm kemudian ujung kawat dilapis dengan timah.
2. Memasukan Komponen Elektronika pada PCB
Kawat kaki komponen dimasukan pada lubang PCB dan bengkokan dengan tang sehingga terdapat pengait mekanis untuk menjaga posisi komponen. Ujung kawat yang berdiameter besar harus dipasang sedemikian rupa sehingga penyolderan dapat dilakukan dengan baik.
3. Mengatur Posisi PCB
Aturlah posisi PCB dan titik solderan sehingga cairan timah dapat mengalir sendiri ke titik yang diinginkan dengan bantuan gravitasi bumi.
4. Memanaskan PCB dan Kaki Komponen
Letakan bagian datar dari ujung solder ke sisi yang lebar pada PCB sehingga penyaluran panas terjadi melalui permukaan yang paling luas.
5. Menambahkan Timah pada Titik Solderan
Berikan timah pada titik solderan dan usahakan lapisan kolophonium lebih dulu mencair baru kemudian timah. Jumlah timah yang dilebur pada titik solderan tidaklah harus memenuhi lingkaran pad PCB.
6. Menarik Timah Solder
Setelah jumlah timah yang meleleh dirasa cukup, singkirkan timah dari titik solderan. Tahan ujung solder pada titik solderan sampai timah meresap pada semua bagian solderan. Setelah itu tarik ujung solder dari titik solderan dan biarkan beberapa saat untuk proses pendinginan.
7. Mendinginkan Titik Solderan
Selama pendinginan, titik penyolderan tidak boleh terguncang untuk menghindari penyolderan dingin. Penyolderan dingin dapat dilihat dari permukaan timah pada titik solderan yang menjadi buram.
Untuk menyolder komponen semikonduktor gunakanlah solder yang panas dan lakukan dengan cepat. Hindari menggunakan solder yang dingin yang justru membuat proses penyolderan menjadi lebih lama kecuali dalam kondisi tertentu yang mengharuskan menggunakan solder yang lebih dingin.
![]() |
| Gambar 3.1 Penyolderan |
![]() |
| Gambar 3.2 Penyolderan |
Membaca hambatan resistor
![]() |
| Gambar 4 Kode Warna Resistor |
Rangkaian Seri Resistor
![]() |
| Gambar 5 Rangkaian Seri |
Rangkaian Pararel Resistor
![]() |
| Gambar 6 Rangkaian Pararel |
Perhitunga V I R
Untuk membuat arus mengalir melalui resistensi, maka dibutuhkan tegangan pada resistansi itu. Hukum Ohmmenunjukkan hubungan antara tegangan (V), arus (I) dan resistensi (R). Hal ini dapat ditulis dalam tiga cara:
V = I × R atau I = V/R atau R = V/I
V = I × R atau I = V/R atau R = V/I
di mana: V = tegangan dalam volt (V)
I = arus dalam ampere (A)
R = resistansi dalam ohm (ohm) atau:
I = arus dalam ampere (A)
R = resistansi dalam ohm (ohm) atau:
V = tegangan dalam volt (V)
I = arus dalam milliamps (mA)
R = hambatan dalam kilohms (kohm)
Nilai ampere umumnya terlalu besar dan nilai ohm terlalu kecil, sehingga kita sering mengukur arus dalam milliamps (mA) dan resistensi di kilohms (kohm). 1 mA = 0,001 A dan 1 kohm = 1000 ohm.
I = arus dalam milliamps (mA)
R = hambatan dalam kilohms (kohm)
Nilai ampere umumnya terlalu besar dan nilai ohm terlalu kecil, sehingga kita sering mengukur arus dalam milliamps (mA) dan resistensi di kilohms (kohm). 1 mA = 0,001 A dan 1 kohm = 1000 ohm.
Persamaan Hukum Ohm berlaku jika menggunakan V, A dan ohm, atau jika menggunakan V, mA dan kohm. Tidak boleh mencampur unit satuan tersebut dalam persamaan sehingga memungkinkan perlu mengkonversi antara mA dan A atau kohm dan ohm.
Hasil Uji Coba Penyolderan Saat Pratikum Rangkaian Elektronika
Referensi :
http://komponenelektronika.org/memahami-hukum-ohm.htm
http://insyaansori.blogspot.com/2013/03/teknik-menyolder.html
http://gilank90.blogspot.com/2012/11/pengertian-solder.html










